Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
KEAJAIBAN "MEMBERI"...

KEAJAIBAN "MEMBERI"...

Indahnya mengenang perjalanan hidup, tentang makna kehidupan...! Kali ini saya akan sedikit berbagi tentang sebuah keajaiban. Ya, keajaiban memberi....!

Beberapa tahun lalu, saat saya merasa "tidak memiliki siapa-siapa" dan "bersembunyi" di suatu tempat yang asing, temanku hanyalah: pikiranku..! Dan menulis adalah pekerjaanku... Tidak ada ide lain untuk merasakan bahagia kecuali dengan memberi ide untuk orang lain dan menulis...!  Ya, mungkin  ini perilaku "setengah waras", tapi apa yang  saya rasakan ketika aku memiliki ide dan menuliskannya kemudian saya sampaikan kepada orang lain, hatiku sangat puas dan perasaan bahagia menjadi aura seluruh tubuhku... Selama tiga tahun saya seorang penyendiri... Tidak bisa berharap ingin dicinta, ingin aman, ingin tentram. Yang saya ingin adalah berpaling dari orang lain (bukan karena benci, tetapi karena tidak mampu  memiliki pergaulan) dan ingin menciptakan kebahagiaan dengan cara sendiri. Satu-satunya cara saat itu yang bisa saya lakukan adalah menulis untuk blog Cafe Trader ini. Kadang jika kangen berdialog, ya berdialog imajiner... Makanya sekarang lancar kalau urusan tulis menulis model-model begini... "Latihannya" sampai kayak  wong edan sering bicara sendiri dan berimajinasi khakhakhakahakha

Tetapi, saya gak edan lho...! Saya hanya orang yang ingin bahagia dalam keadaan sangat terbatas. Ternyata, kebahagiaan itu bisa  saya temukan dengan: Memberi...! Memberi tidak harus berwujud suatu barang... ! Saat itu pun Saya hanya mampu memberikan ilmu seadanya yang saya miliki.
Saya tidak memiliki apa-apa untuk saya berikan kepada orang lain. Hanya ide... kadang dongengan gak jelas, tetapi kalau saya suka.. saya anggap orang lain suka juga.. khakhakhakha...! Apalagi pernah ada sahabat yang bicara pada saya, "Kamu ini gila, tapi aku suka kamu gila..!"

Banyak tulisan-tulisan saya yang masih tercecer dalam kertas usang, tapi entahlah itu tulisan apa, sudah gak jelas. hihihihi

Secara pribadi, saya yakin sekarang bahwa memberi adalah jawaban dan obat bagi penyakit yang menggerogoti banyak kehidupan, Ya ini berdasarkan pengalaman pribadi saja... "bagaimana penyakit psikis saya" bisa sembuh dengan 'memberi'.

Mengapa memberi adalah obat yang baik?
Ya, saat kita memberi, ada kemungkinan bahwa kita mematikan respons yang melawan kita. Dengan memberi, kita menyingkirkan emosi-emosi negatif yang bergejolak; marah, dengki, iri hati dan tentunya  turut menjadi penyebab penyakit-penyakit psikis dan fisik yang ditimbulkan oleh stres.

Dalam kasus saya pribadi, ini baru memberi ide; coba kalau seseorang berkenan memberi 'yang lebih' .... seseorang memiliki perilaku murah hati, saya yakin akan berpengaruh pada sifat-sifat penting: kecenderungan untuk memberi, empati, simpati dan kompetensi, terutama kompetensi sosial.

Keyakinan saya lagi; jika sifat-sifat itu bergema pada kehidupan ini tentu akan membawa kesuksesan dalam berbagai kehidupan, membawa kesuksesan dalam pekerjaan, persahabatan, cinta dan pasti juga kebahagiaan dan kesehatan.

Sungguh mengesankan bagi saya untuk menemukan bahwa memberi bisa menjadi menguntungkan; karena untuk memberi diperlukan caranya sendiri, kemampuan untuk hidup dengan baik.

Jika Anda hanya memiliki cinta sekalipun, berikanlah cintamu... Ukir bahagiamu dengan cinta dan welas asih. Tidak harus 'besar' untuk mewujudkan cinta. Kecil, dalam arti bahwa cinta begitu sederhana seperti sebuah senyuman yang menenangkan, satu saat penuh kesabaran, sebuah sentuhan lembut dan satu hal kecil yang diberikan secara terbuka dan ikhlas dari hati. Besar karena kehidupan yang dijalankan dengan baik sesungguhnya adalah kumpulan beribu tindakan kebaikan yang kecil dan biasa-biasa saja.

Saya seorang trader, ingin rasanya saya sukses lebih baik lagi biar saya bisa memberi lebih banyak lagi... Saya juga ingin lebih berbahagia lagi....Sungguh, penderitaan di masa lalu membawa anugerah tak terhingga. Menjadi pelajaran tentang tanggung jawab... dan saya masih merasa dihangatkan oleh perasaan rendah hati sang  kehidupan.

Jika Anda sekarang dalam kondisi yang sama atau mendekati seperti kisah yang baru saya tulis ini... berbagilah sobat..! Berikanlah sesuatu untuk orang lain..yang mungkin tidak bermanfaat bagimu, tapi bagi yang diberi, seperti menemukan bongkahan emas. Itu bisa terjadi...!Tuhan akan mengganti yang lebih baik lagi...! Secara berlimpah... Dan sejujurnya, inilah dibalik keajaiban memberi itu.

Yang masih saya yakini sampai hari ini adalah "Saat memberi, kita menemukan diri kita yang sesungguhnya."

Begitulah keajaiban memberi...!

Link Broker Rekomended:
Broker FxClearing Cocok Buat Pemula


KIAT MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN

KIAT MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN

Saya mau menulis yang enteng-enteng saja; tentang kiat mengembangkan kemampuan. Disadari atau tidak seseorang itu sesungguhnya memiliki kemampuan tersembunyi  yakni kemampuan dibidang tertentu. Tetapi kadang tidak tahu malah bingung sendiri "aku tidak memiliki kemampuan lebih.." Itu yang selalu dikatakan pada diri sendiri... Benarkah demikian?

Saya memiliki pengalaman yang sangat penting dalam  hidupku. Beberapa pengalaman mungkin perlu ada yang harus saya tulis. Pengalaman yang akan saya tulis ini terjadi  pada tahun 1996. Saat itu saya seorang aktivis kampus yang akan menyelenggarakan kegiatan MSQ (Musyabaqoh Syarhil Qur'an) tingkat nasional di Solo. Sebagai panitia, kami berusaha maksimal dalam upaya mensukseskan kegiatan tersebut. Sayangnya, sampai hari-hari mendekati waktu kegiatan, dana yang dibutuhkan tidak terkumpul sesuai target. Bahkan, rencana juara 1 yakni umroh sesuai yang dijanjikan panitia, terancam batal. Pembagian hadiah untuk peserta juga harus pas-pasan. Rapat panitia diadakan bahkan melibatkan dosen; beberapa panitia berpendapat,"kegiatan harus digagalkan". Saya mengatakan dalam rapat itu, "Kegiatan harus berlanjut..! Kita mampu melakukannya.. Kekurangan itu wajar disetiap usaha apapun, tetapi jangan menghalangi kemampuan kita untuk melakukannya..!"

Singkat cerita, kegiatan MSQ itu pun terlaksana...

Sehari menjelang acara digelar itu, peserta dari seluruh Indonesia yang bisa mengikuti hanya 20 orang mahasiswa. Mereka saya kumpulkan, bahkan saya tempatkan di kontrakan saya. Saya ajak makan-makan.. dan sedikit saya iringi musik slow... dan saya mulai menyampaikan 'kejujuran' ceramah dihadapan mereka. "......Kami ternyata tidak bisa menyenangkan semua orang, padahal kami sudah berusaha maksimal untuk itu... Kami tidak bisa memenuhi janji kepada semua orang, padahal kami sudah berusaha optimal untuk itu. Sampai kami menyadari, bahwa yang menentukan 'hasil akhir' itu ada kekuatan lain diluar kekuatan manusia, dan diluar kekuatan apapun di dunia ini. Hanya kekuatan Tuhan Yang Maha Mengabulkan...! Demikian juga rencana kami panitia; keinginan  sukses terhadap penyelenggaraan lomba ini untuk memuaskan semua pihak  dan janji-janji kami terhadap peserta lomba MSQ, semuanya sudah kami lakukan sebaik-baiknya. Kami sudah bekerja keras.... Namun Sang Pemilik Kekuatan Lain Yang Maha Dahsyat ternyata belum mengabulkannya... Kami menginginkan keadilan dan pengertian semua pihak atas semua takdir yang sedang berjalan ini... Jadi terpaksa  kami sampaikan disini; hadiah untuk peserta lomba yang akan kawan-kawan terima, tidak bisa sesuai janji kami di proposal... Jika ada yang tidak rela atas keputusan dan takdir Tuhan, kami rela dituntut...!" kata saya menjelaskan, yang saat itu masih muda dan gondrong..!

Yah... kalimat-kalimat saya meluncur dari mulut begitu saja... bla-bla-bla.....(Saat itu kata-kata saya full semangat -berusaha meyakinkan-, maklum karena saya masih muda hahahaha...-kalau saya ingat kejadian itu juga merasa lucu hahahaha) mencoba  mempengaruhi mereka untuk membangkitkan kefahaman dan kesadaran tentang yang terjadi dan seharusnya terjadi ...! Satu kunci yang saya pegang, "Mereka mungkin berani melawan saya... tapi mungkin mereka tidak  berani melawan kekuasaan Tuhan. Apalagi mereka adalah orang-orang yang faham betul tentang ajaran-ajaran Islam.... Tetapi apapun keputusan peserta, kami harus siap kemungkinan yang akan terjadi."

Kemudian antar  peserta berembuk dan memutuskan;  mereka memafkan panitia, menghargai apa yang telah diusahakan panitia, menghargai usaha keras panitia, dan  menghargai kejujuran panitia... Akhirnya, loloslah kami (panitia) dari masalah tidak bisa memenuhi janji umroh bagi juara pertama... Mereka (peserta) memahami keadaan yang tejadi. Mereka dengan ikhlas menerima berapapun hadiah yang mereka terima dari panitia... Alhamdulillah, kami pun bebas dari masalah tuntutan. Meski tidak ada hadiah umroh untuk pemenang pertama.

Pembaca yang budiman,
Kisah itu kisah nyata...terjadi tahun 1996. Apa yang bisa diambil dari kisah pertama itu? Mari kita lanjutkan....

Apa alasan keberanian saya memutuskan untuk mengumpulkan peserta dan menyampaikan sebuah kejujuran?

Inilah yang penting pembaca...
Saya ini memiliki  kemampuan yang saya sadari sebagai "pede" percaya diri... Kurang ajar memang, tapi sah-sah saja kan? Karena saya pikir, saya ini harus memiliki kemampuan, talenta, keterampilan, pengetahuan, kapasitas dan semua ke-pede-an saya yang memungkinkan mampu memberi performa yang sangat baik. Meski saya juga tidak tahu... saya memiliki kemampuan apa dan seperti apa... Saya hanya memiliki keyakinan dan modal keyakinan bahwa saya bisa melakukannya dan tidak peduli dengan hasil akhirnya. Saya pikir, "hasil akhir" itu  bukan urusan saya, tetapi urusan Tuhan. Saya hanya diberi hak menonton dan menerima hasil akhir. Saya hanya  mempertanggungjawabkan apa yang telah saya kerjakan bukan hasil akhirnya.. whuahahahahaaa.....! Sayangnya hukum di Indonesia gak gitu peraturannya yah... hahahahahahaa...! Kalau orang sudah berhati-hati berkendara di jalan raya, bahkan pelan di jalan posisi benar, eh nabrak orang yang menyeberang sembarangan... yang dihukum malah yang nabrak. Hehehehee.. intermezo saja..!

Kembali kepada kisah diatas, "apa kemampuan saya saat itu ?" Saya tidak tahu apa yang akan terjadi saat itu, bahkan sehari semalam gak bisa tidur... Dalam pikiran saya hanya berfikir, "Bagaimana cara saya  mempengaruhi  mereka agar menyadari, memaklumi dan menghargai apa yang telah kami kerjakan." Kemudian menemukanlah ide; mengumpulkan mereka dan berkata jujur atas apa yang sedang terjadi. Dan keyakinan saya saat itu (mungkin karena aku ini juga orang  yang pede..), "Saya akan mampu dan  berhasil mempengaruhi mereka dengan yang akan saya lakukan..!"

Pembaca yang budiman....
"Orang-orang yang mempunyai kemampuan itu menginspirasi kita" kata sebuah tulisan sakral Hindu yang pernah saya baca. Kemudian berkembang di dalam diri saya, bahwa "jika saya memiliki kemampuan maka itu akan menginspirasi mereka...!"

Nah, apa yang telah saya lakukan pada moment bertemu peserta lomba MSQ seperti yang saya kisahkan itu adalah mengeluarkan potensi kemampuan saya mempengaruhi mereka dan menciptakan "magnet" agar mereka terinspirasi. Dan inspirasi itu akan mengkristal "positif" yang membuat segala sesuatu..... everything its OK...!

Seperti yang dengan jelas ditunjukkan oleh pengalaman ini, kemampuan sangatlah penting untuk menciptakan kredibilitas -baik secara pribadi maupun organisasi-. Kemampuan-kemampuan kita menginspirasi kepercayaan orang lain, terutama ketika kemampuan-kemampuan tersebut memang secara specifik dibutuhkan untuk tugas di depan mata. Kemampuan-kemampuan kita juga memberi kita keyakinan diri bahwa kita sanggup melakukan apa yang perlu harus dilakukan.

Akhirnya ijinkan jika saya bertanya kepada Anda:
  1. Kemampuan apa saja yang Anda miliki, yang menjadikan Anda layak menginspirasi orang lain dan keyakinan rang lain?
  2. Pengalaman apa yang pernah atau belum pernah Anda alami dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan, yang mempengaruhi keyakinan diri Anda sendiri?
  3. Bagaimana sikap dan pendekatan Anda dalam memperbaiki kemampuan-kemampuan Anda yang sekarang dan mengembangkan kemampuan-kemampuan yang baru?
Kiat mengembangkan kemampuan adalah dengan belajar, banyak membaca, menyimak pengalaman orang lain dan mendapatkan inspirasi dari mereka... mengasah keterampilan yang menjadi bidangnya, dan keberanian untuk bertindak. Hasil akhir serahkan sama Yang Maha Kuasa.

Semoga kisah ini menginspirasi Anda...! Sampai  ketemu di kisah selanjutnya...

Saya Ninjaa Trader








KISAH TRADER PALING SUKSES DI INDONESIA

KISAH TRADER PALING SUKSES DI INDONESIA

Ini kisah yang saya harapkan menjadi kisah paling menarik sepanjang sejarah perforexan Indonesia. Ini tentang trader yang akan paling sukses di Indonesia. Saya harap begitu.. Saya punya harapan sobat-sobat yang terlibat di dalam tulisan ini suatu saat menjadi trader paling sukses di Indonesia.. aamiin.

Sebelumnya saya mohon maaf, kepada sobat-sobat yang terlibat dalam tulisan saya ini. Dengan selalu menjaga rahasia privacy sobat tentunya. Ini akan menjadi pelajaran yang mahal dan sangat berharga. Tetapi sekali lagi saya mendoakan; semoga sobat-sobat semua menjadi trader paling sukses di Indonesia... aamiin.

Jika flashback .. mereka ini adalah orang-orang yang pernah "menderita". Inilah kisah nyatanya:

Di suatu negeri entah berantah... tinggallah beberapa orang trader; ada sekitar 8 orang trader di salah satu rumah penduduk negeri itu. Mereka bukan kakak beradik atau keluarga, tetapi mereka adalah para trader yang sedang "bersembunyi" dari kejaran investor, leasing dan debt collector bank. Mereka datang dari berbagai kota. Berkumpul dalam satu rumah dengan latar belakang masing-masing dan memiliki kesamaan: "Sedang Bersembunyi.."

Apa yang telah dilakukannya sehingga harus bersembunyi? Saya tidak mungkin bisa menceritakan satu-persatu karena masing-masing membawa masalahnya sendiri. Mungkin cocoknya di sinetronkan bukan ditulis artikel. Semoga ada produser yang datang pada saya.... biar saya tulis naskahnya.... Hehehehehe...

Namun kesamaan mereka adalah: "Mereka orang-orang yang berani mengambil risiko terlalu besar di bisnis forex"

Kalimat yang "membingungkan" bagi saya, jika  saya dengar dari  orang sukses (bukan dari forex), mereka mengatakan: "Hanya orang sukses saja yang berani mengambil risiko besar."

Tetapi apa yang terjadi di sekeliling kita.. yang menimpa mereka para trader forex? Mereka berani mengambil risiko terlalu besar, tetapi apakah mereka menjadi sukses dan sangat sukses? Ini yang saya renungkan... !

Apakah kalimat orang sukses: "Hanya orang sukses saja yang berani mengambil risiko besar" itu 'haram' dipakai untuk trader forex? Jawaban ini berat untuk saya jawab, dan saya juga tidak suka mengawali polemik. Saya serahkan kepada Anda semua...

Lanjut kisah: Hari-hari berlalu, mereka stay dan bertahan... bulan berganti bulan.. sampai akhirnya "pudar" membawa kehidupannya masing-masing.

Selama berbulan-bulan itu, rumah itu bagai penjara... yang dibuatnya sendiri. Jika saya datang, saya pun harus ikut-ikutan 'ngumpet'; datang diam-diam dan kendaraan harus diparkir jauh dari rumah itu. "Ini mengenaskan...!" pikirku. "Seperti sarang teroris....Tapi mereka bukan teroris ya Allah...! Mereka adalah para korban... mereka korban dari keberanian mengambil risiko yang terlalu besar di forex....! Ada juga yang menjadi korban perilaku orang lain... tapi masih bermuara sama: FOREX.

Di dalam rumah tersebut banyak penghuni, tapi seperti kuburan... Terlebih jika ada tamu yang tak dikenal datang, " cukup ada yang mengintip, tidak kenal.. tinggal masuk kamar..! Jika dikenal, tapi disebutnya sebagai orang yang bermasalah, juga  tinggal masuk kamar."

Masih banyak kisah memilukan lainnya di rumah itu, tapi saya gak tega menceritakan ini kepada Anda. Cukuplah selintas kisah ini.. toh tujuanku menulis dan mengangkat kisah ini adalah karena HIKMAHNYA... yang tak ternilai harganya untuk menjadi renungan kita bersama yang masih menggeluti bisnis forex ini.

Point pentingnya adalah: Forex itu bisnis beresiko, sama seperti bisnis-bisnis lainnya... tetapi forex mampu mempengaruhi seseorang untuk "mengambil resiko terlalu besar", forex bisa mempengaruhi seseorang untuk serakah, forex bisa mempengaruhi seseorang untuk berbuat nekad, forex bisa mempengaruhi seseorang untuk menjadi miskin. forex bisa mempengaruhi seseorang untuk menjadi gila...!"

Bagaimana agar tidak bisa dipengaruhi hal-hal negatif semacam itu?



Sobat trader,.....

Forex itu lahan emas.. forex seperti harta karun.. tentu untuk bisa mengambilnya godaannya berat. Nah, siapa yang sanggup menahan godaan dialah yang selamat..! Dialah yang sukses sesukses-suksesnya.. insya Allah...!

Apa godaan trading forex? Jawabannya adalah: mimpi "tidak realistis" yang diikuti keserakahan dalam mencapainya.

Point kedua: Di bisnis forex, dahulukan berfikir resiko dibanding reward. Dahulukan "amang-amang daripada iming-iming", dahulukan pahitnya daripada manisnya...! Dahulukan pola pikir mengamankan modal daripada mikir keuntungannya.

Point ketiga: Buatlah planing atas kesuksesan Anda. Buat tangganya... karena Anda bisa menyisihkan kegagalan, seperti menyisihkan kotoran di tempat yang bersih. Yang dibutuhkan hanyalah alat. Temukan alat-alat  itu... dan gunakan untuk menyingkirkan kegagalanmu..! Kalau perlu berguru, bergurulah....! Kalau harus mengeluarkan uang, keluarkanlah...!

Point keempat: Kabar baiknya, Anda bisa...! Yah, bahkan Anda bisa menjadi trader paling sukses di Indonesia...!

Terakhir untuk para sahabatku semua, yang pernah tinggal di "Rumah Bermasalah" itu ... kuatkan jiwamu... Kehidupanmu membawa pelajaran hikmah berharga buat diri kalian dan soba-sobatmu yang lain...! Semoga di kehidupan sekarang keadaan kalian baik--baik saja... saya masih mendoakan kalian, semoga bisa sukses dan jika masih berkecimpung di dunia forex, saya masih berdo'a semoga kalian menjadi trader paling sukses di Indonesia. aamiin.

Semoga Anda dan kita semua dapat mengambil hikmah terbesar dari kisah ini... aamiin

Kepareng...!

Link Panduan membuat account:
Buat account FBS
Buat account FxClearing
Buat account ECN4X

KISAH INI MENGGELIKAN ATAU MEMILUKAN?

KISAH INI MENGGELIKAN ATAU MEMILUKAN?

Saya masih ada waktu 30 menit menuju saluran hobby nonton tv acara film hehehe. Saya sempatkan saja buat 'ndongeng' pernak pernik dunia forex yang menggemaskan, memilukan bahkan menggelikan. Kadang antara memilukan dan menggelikan jadi satu... Mau menangis tapi koq ya lucu.. mau tertawa tapi koq ya terasa menghina. Tetapi kisah ini benar-benar terjadi.

Kisah Pertama
Saat itu ada trader pemula. Cita-citanya sih trading forex itu tujuannya untuk mengentaskan dirinya dari kemiskinan. Tujuan yang mulia banget... Saat dia bertemu dengan saya, dia tidak memiliki modal sama sekali.. tapi keinginan 'sukses' di forex amatlah besar. "Saya harus ambil resiko...!"Begitu katanya suatu saat.

Suatu ketika datang pada saya; membuka akun real dan trading... singkat cerita. Demo sudah dilakoninya dengan baik. Saat saya tanya, "Apakah modalnya uang fresh, Mas?"

"Setengah fresh Kang Ninjaa..! Itu modal dari hasil penjualan satu-satunya kambing yang saya miliki, " jawabnya.

"Lalu alatnya, laptop sudah siap dan koneksinya?" tanya saya lagi.

"Sudah siap, saya sudah ambil kredit laptop cicilan ringan...!" katanya lagi...

"Oh...! Okelah, sekarang dan hari ini mulai trading. Ikuti saya OP saja biar nanti gak bingung... lot disesuaikan." kata saya mengingatkan dia .

"Siap..!"

Yah, sudah setengah hari...kami trading, tidak ada masalah di hari itu, dan mendapatkan sedikit profit. Esoknya. dia datang lagi ingin trading bareng. Agak siang dia datang, rupanya dia sudah mulai ada keberanian untuk mencoba menganalisa sendiri...! Siip siiip...! Pada sore harinya, saya mau keluar ... saya ijin padanya karena dia mau saya tinggal sebentar. "Coba sambil baca-baca blog Cafe Trader, "kata saya menyarankan belajar selama saya tidak ada.

Begitu saya pulang, saya dapati dia sedang menangis terisak-isak. "Ada apa?" pikirku tak habis pikir. Bukankah dia tadi saya anjurkan dia untuk baca-baca pengetahuan forex, tidak untuk trading? Lucu juga melihat seorang trader pemula, umur sudah 40 an tahun memiliki anak 3 sedang menangis terisak-isak dihadapan laptop yang sudah off .

"Kenapa, Om?" tanyaku ingin segera mendapatkan jawabannya.

"Iya, tadi saya mencoba transaksi saat Kang Ninjaa pergi. Tapi.. tapi ternyata saya salah isi lot. Awalnya tidak sadar, karena habis transaksi saya kebelakang, buang air kecil... begitu kembali melihat laptop, saya lihat ada candle panjang dan transaksi saya tidak ada. Saya pikir sudah kena TP, lha koq malah equity akunku sudah habis tinggal dikit buat beli rokok saja cuma bia dapat sebatang...! Saya juga terkejut.. saya cek di akun history, ternyata saya pakai lot yang salah. Terlalu besar untuk modal cuma $100." katanya sambil berusaha menyeka air matanya.

"Ya sudahlah Om... mau gimana lagi..! Ikhlaskan saja, semoga nanti ada gantinya."

"Iya, tapi itu adalah kambing saya satu-satunya... cuma aku tinggal sebentar untuk 'pipis' koq kambingku mati....!" katanya lagi masih sulit untuk menerima kenyataan.

"Trading forex memang bisnis yang sangat beresiko, Om..! Ya ambil hikmahnya dari pengalaman mahal ini." kata saya lagi berusaha sedikit menenangkan.

"Iya Kang Ninjaa... tapi... gimana saya akan mengangsur cicilan laptop saya?" Dia menangis lagi sambil memasukkan laptopnya ke tas. Lalu pamit dan akhirnya pulang...! Sambil pamit, dia berkata lirih, "Entahlah apa yang harus saya katakan kepada isteri saya tentang duit penjualan kambing...!"

Saya diam terpaku.. gak bisa ngomong apa-apa...!

................
Sampai jumpa dikisah lain tentang pernak-pernik dunia trader berikutnya... Soalnya film 'Bioskop Transtv' sudah mau dimulai hehehe...!

Kepareng...Den!






KISAH: SAYA INGIN BAHAGIA

KISAH: SAYA INGIN BAHAGIA

Ini kisah nyata...:
"Ingin sekali saya segera mencapai impian, biar saya segera berterima kasih kepada kegagalan dan air mata. Karena keduanya adalah bekal yang membuat saya terus berusaha dan kuat menjalani hidup dalam keterbatasan", Kalimat terindah  beberapa tahun lalu yang saya ucapkan saat hidupku dalam 'kehancuran'; tidak memiliki sahabat, hanya kambing-kambing putih yang menghibur dalam penggembalaan di ladang.... Bertemu dengan manusia lain berasa petaka, "paranoid kere" itu diriku yang aku baca.


Pada suatu pagi, keadaan saya  sedang tidak enak badan... enam kambingku berisik mengembik, saya tahu mereka pasti lapar. Saya tidak bisa bilang keadaan ini sama isteriku, karena Isteriku baru saja pergi seminggu lalu mengais rejeki di negeri orang. Ingin rasanya saya bilang, "Sayang...., kambing kita kelaparan, suamimu juga...catering sarapan dari ibuku belum datang. Tatapan mata saya kosong, tapi tersenyum memandang jauh tentang 'rencana Tuhan', "Engkau ingin memberi aku apa,, sampai Engkau membebani saya masalah yang tidak pernah terbayang sebelumnya, ya Allah...!" Tidak lama kemudian, Ayahku datang membawa daun-daunan untuk sarapan kambingku. Mungkin, ayah tidak tega melihat berisiknya mereka, kebetulan rumah orang tua saya tidak jauh hanya beberapa puluh meter saja. Ayahku juga tidak menegurku, mungkin tidak sampai hati... Itu yang aku rasakan. Tidak lama kemudian, ibu juga datang membawa jatah sarapan buat saya, tangannya digandeng anak-anakku. Sejak saya 'jatuh' anak-anak memang bersama ibu... Saya sepertinya menyesal,  tetapi saya tidak paham apa yang telah kusesalkan....

Matahari semakin naik, dan saya kedatangan tamu, Mulda Janu. Kami ngobrol sebagaimana biasa obrolan seorang trader yang masih punya mimpi... Trader kere semacam saya saat itu memang bahagianya saat-saat berkhayal... Badan ngrekes, sakit pun rasanya hilang. Kebahagiaan semu menyembuhkanku dari sakit psikis yang saya derita.

Anakku Atras datang... bermain-main mobil-mobilan di dalam rumah. Tiba-tiba menangis..menjerit-jerit... dan setelah aku lihat, Atras jatuh terpeleset dan wajahnya penuh darah mengalir deras, saya panik...! Ternyata didekat telinga kena pecahan gelas. Saya mati rasa... mau ke puskesmas tidak punya duit sepeserpun, kendaraan juga tak punya... Alhamdulillah, Kang Janu menolongku, "Ayo dibawa ke puskesmas.. pakai kendaraanku dan saya juga ada sedikit uang, insya Allah  cukup..!" kata Kang Mulda Janu...

Saya bersyukur, apa yang saya yakini bahwa selalu ada rencana Tuhan, memang terbukti... Jika saja Kang Janu tidak digerakkan oleh Allah untuk bertamu entah apalagi rencana Tuhan... Jadi saya tidak boleh marah dengan kondisi apapun yang menimpa saya dan keluarga. Ikhlas dan apapun yang terjadi terjadilah... Ini yang menguatkan langkahku untuk terus berusaha maju dan meraih sukses.

"Apa yang saya inginkan dari kehidupan?" Saya bertanya kepada diri sendiri. "Yah... saya ingin bahagia. Saya ingin memiliki kisah hidup bahagia." Saya masih punya banyak alasan untuk menjadi bahagia; isteriku rela dan ikhlas menjalani kehidupan yang berbeda jauh dari  yang diangankan sebelumnya, saya dikaruniai dua anak yang cerdas, memiliki orang tua yang selalu menurunkan kasih sayang...

Saya cukup untuk menyadari bahwa hidup adalah sementara, inginku jalani dengan apa adanya sekuat tenaga, banyak introspeksii diri... menjauh dari gengsi dan berjalan tidak boleh berhenti. Saya ingin menciptakan rasa bahagia, memotovasi diri adalah pekerjaanku, disaat tidak ada satupun yang memberi dorongan motivasi...untuk bertahan hidup maupun kuat dalam menjalani cobaan hidup.... Dan sepanjang jalan saya belajar banyak tentang bagaimana menjadi bahagia. Saat itu, menyendiri adalah kebahagiaan saya... menutup pergaulan, dan asyik dengan kambing-kambing saya. Saya juga memperdalam mengkaji tentang identitas diri; saya serba terbatas, tetapi saya ingin bahagia... Saya tidak punya apa-apa, tetapi saya harus bisa berbuat apa-apa. Saya bukan siapa-siapa, tetapi saya ingin suatu saat menjadi lebih sukses. Yang saya lakukan hanyalah 'berprasangka baik kepada Allah'.

Saya tahu, hidupku ibarat tubuh, telah kena iritasi.. tapi saya berusaha untuk tidak marah terhadap sebuah keadaan. Yang saya lakukan agar saya bisa tidur nyenyak adalah: memastikan bahwa saya telah membuang perasaan buruk sebelum tidur...



Dalam rangka menciptakan bahagiaku  yang sulit dengan kondisi terbatas seperti itu. Saya sering berpura-pura; jika saya merasa rendah saya sengaja bertindak ceria karena tidak memperdulikan apa yang sedang terjadi..., dan jika saya merasa marah pada seseorang, saya melakukan sesuatu yang bijaksana untuknya... dan ternyata perasaan saya terhadap dia melunak. Meski pura-pura, memaksakan diri untuk tetap 'baik', malah menjadikan diriku tetap merasa lebih baik dan hidup dengan nyaman.

Suatu ketika, ada penagih  hutang.. maklum orang banyak hutang. Mereka memaksa saya untuk menyiapkan uang malam itu juga, maka saya dengan tenang masuk ke dapur ambil pisau. "Mas, silahkan pilih jari mana yang akan  kau potong, kalau itu melunasi hutang-hutangku..! Tidak mungkin, malam ini ada uang sebesar itu, beli pulsa saja sudah tidak bisa?"

Pasti pembaca tahu, betapa pura-puranya saya 'rela' menyiapkan jari-jari tangan saya dipotong... Namun, sudah tidak ada cara lain agar malam itu saya bisa tidur nyenyak... Mereka pun pulang dan jari tangan saya masih aman dan saya kemudian bisa tidur nyenyak...! Saya menyadari, tantangan... cobaan... adalah sandang manusia. Bahkan dengan itu saya bersyukur, otak saya dirangsang dengan kejutan, dan jika berhasil... menghadapi situasi yang tak terduga itu, saya alami justru memberikan rasa kuat kepuasan. Saya merasa menang... dan dibelakang saya bisa tertawa...


Dalam perjalanan selanjutnya, saya suka mengadakan perjalanan ke tempat asing... pergi dari 'rumah masalah' untuk sementara waktu; HP saya nonaktifkan.. Jika saya ingin buka, aktifkan kembali; saya minta bantuan orang lain untuk menghapus semua message di inbox. Ketika sudah clear, saya siap menggunakannya kembali. Saya salah? Oh iya... tidak apa-apa...! Aku lebih peduli dengan kesehatan jiwaku... Saya menikmati kesenangan kegagalan... karena dengan saya melakukan itu, saya bisa tertawa secara logis.. bukan karena gila..! Lucu, apalagi kalau Kang Janu yang saya serahi tugas itu... Kalau pas baca SMS di HP saya; kabar yang enak-enak bacanya keras, kalau yang pesan-pesan ngomel, marah..maki-maki  dia hanya bilang  "Lewat..!" sambil cengar cengir....
Saya tidak mau hidup dalam ketakutan... Saya telah berbuat salah, tetapi saya tidak mau hidup dalam kebersalahan... Saya tidak mau menghukum diri saya terus-terusan... Jika saya pilih memperlakukan 'tidak baik' kepada saya sendiri...yang terjadi adalah hilangnya kontrol untuk usahaku agar aku bisa bahagia....

"Saya harus menang...! Dan sekarang, saya telah menang...! Terima kasih Sobatku Mulda Janu... "Rencana Allah selalu lebih baik.."

Terima kasih telah mendengarkan kisahku...

Ingin buka akun real yang seger, bukalah akun baru:

Buka akun di ECN4X:



Saya Ninjaa Trader

KISAH TRADER DI KAMPUNG

KISAH TRADER DI KAMPUNG

Ini kisah nyata; trader pemula, orang kampung.... berkumpul dengan semangat untuk trading bareng. Menikmati rasanya trading forex dalam kebersamaan. Jauh tempat ditempuh, waktu dan jarak tidak menjadi masalah. Malem-malem dilakoni ... asal bisa berkumpul dan trading bareng. Ya, tentu pemula-pemula sedang kesengsem trading. Suatu usaha yang masih aneh dan tidak pada umumnya di kampung mereka. Kebanggan sedikit punya..hahahaha. Harapan masih selangit dan dengan modal menjinjing laptop cukup deh untuk meraih mimpi...

Namanya saja ngumpul-ngumpul,  operasional untuk trading semacam ini tergolong besar. Bahkan tuan rumah pun kadang dibuat kerepotan dengan banyaknya sampah yang ditinggalkan. Tapi tidak apa-apa, semua lagi semangat belajar dan praktek hasil belajar; dilakukan bersama-sama. Semua semangat..

Waktu berlalu....

Satu persatu mulai mengalami kerugian, sementara beberapa yang profit. Kadang juga mengalami floating minus bareng-bareng, tapi yang aneh itu tidak pernah terjadi  floting plus bareng-bareng. Hahahahahaha  Siapa yang bingung dan siapa yang tidak panik? Ternyata semuanya panik dan semuanya stress. Yang gak panik ya tetangga si punya warung, jadi laris ...! Bentar-bentar ada yang beli rokok, mie dan kopi instan. Hahahahahaa

Dengan melototi chart masing-masing mereka 'serius' berfikir keras. Bagaiamana agar berakhir profit atau minimal BEP. Sebagian besar pasrah.. yang terjadi terjadilah, meski 100 % tidak rela juga. hahahaha.... Kalau yang panik, akhirnya di cut. Terus numpang tidur... meski gak bisa tidur-tidur juga. Akhirnya buka chart lagi, transaksi lagi... lho koq floating minus lagi.. hix hix hix hix... pasrah lagi, sekarang berharap akan kembali... merebahkan tubuh di dekat laptop pura-pura tidur sambil melirik chart ... begitu ada kejutan harga, bangkitlah dia... panik..! Akun sudah menyala merah seperti merahnya lipstik bencong..! Di cut lagi..satu persatu "daripada habis" katanya. Begitu di cut.. eh lho koq mbalik harganya... bahkan melampai TP yang tadi dipasang disana. Menyesal seumur-umur telah cutloss. Dana akun tinggal sedikit ...  "Mengapa barusan aku cut loss??" Coba kalau tidak aku cutloss...!"

Diem-diem, ternyata teman-temannya juga  melakukan hal yang sama. Ujungnya berakhir dengan "Penyesalan cut loss...!" Padahal sebelumnya, mereka ini sudah belajar tentang pentingnya 'cut loss', mereka juga masih inget betul kata master-master mereka tentang pentingnya cut loss. Namun dengan kejadian barusan, cutloss adalah sial, cutloss adalah membiarkan kerugian yang nyata, cut loss menambah stress. Kemudian mereka diskusi:

"Ndul, gara-gara cut loss akunku amblas 70 %, padahal jika tidak saya cutloss saya bisa profit 70 %." kata si Bado resah.

"Salahmu sih mengapa untuk cutloss menunggu 70 %? mengapa  tidak ketika 5% atau 10 %..." jawab si Sano.

"Emang kamu berapa loss hari ini...?" tanya si Bado dengan si Sano.

"Profit ...dong! Seminggu ini profit, no loss. Siapa dulu yang trading..!" kata si Sano.

"Siipp! Emang kamu gak kena SL tadi?" tanya si Samin.

"Nggak lah.. SL dan cutloss bikin sial hahahahaha!" kata Sano bangga dengan usaha selama ini yang profit.

"Wokey, besok kita trading bareng lagi..! Istirahat dulu di rumah, pulang..!" kata Bado.

Akhirnya mereka pulang....

Keesokan harinya mereka sudah berkumpul. Trading bareng lagi....

"Aduh..!" kata Samin tiba-tiba....

"Iya nih, keseret lagi..!" kata si Bado.

Ternyata hari itu mereka sama-sama keseret, prediksinya salah. Mereka berembuk untuk menghindari cut loss...! Mindset yang dibentuk oleh kasus hari kemarin masih melekat di pikirannya.

Akhir cerita... mereka MC berjamaah. Si Sano yang profit seminggu juga ludes hari itu..menemani sahabat-sahabat setianya.

Mereka putus asa. Cut loss salah, tanpa cut loss juga salah. Mencari kebenaran sangat sulit bagi mereka... Teori-teori tentang forex menjadi bulshit..! Sejak itu, rumah tempat trading bareng menjadi sepi... mereka menjadi jarang berkumpul. Si Sano sudah jadi penjual es keliling, si Bado sudah kembali jadi kuli... Si Samin menikah terpaksa..... karena tertangkap basah nginep di rumah janda... hahahahaa...! Laptop-laptop mereka sudah digadaikan buat modal usaha... dan juga buat modal maskawin oleh si Samin.

Begitulah,....  trading itu soal karakter. Dalam trading adalah sangat penting mengerti jati diri trader itu sendiri sebelum berkecimpung didalamnya sehingga mampu untuk antisipasi naik turunnya harga dan transaksi itu sendiri. Masih banyak trader pemula yang tergoda oleh pengaruh suasana (inkonsisten). Masih banyak belum mengerti  bahwa selalu akan ada LOSS dan PROFIT, yang bisa dikelola dengan baik antara risk dan rewardnya. Mereka mengandalkan perasaan, kesepakatan jamaah,  dan asal menjadi trader.

Sekarang kita juga mengetahui, proses belajar trading forex adalah mahal. Jangan sia-siakan kemahalan ini... jangan buat percuma apa yang telah diusahakan selama ini. Kita bisa lebih baik.. bisa lebih profit... bisa lebih sukses.. hanya butuh sedikit upaya untuk konsisten disiplin, kreatif dan imajinatif. Jangan berakhir mengenaskan; laptop, mause,  modem ... masuk musium "MANTAN TRADER".

Selamat merenung..  Saya mau pergi dulu..berkunjung rekan.... di desa sebelah masih ada kumpulan trader pemula... yang trading bareng;  Semoga disana sedang tidak ada acara: MENGGANTUNG LAPTOP ...!

Bye bye.... Semoga terhibur informasi dari kampung saya nih... hahahaha






THE SILENCE TRADER

THE SILENCE TRADER

Ini tentang curhat, just curhat.. hehehe

Beberapa tahun lalu, saya banyak berkawan dengan para trader, banyak sekali.... dari ujung ke ujung di kota kecilku banyak trader. Sekarang entah mengapa, saya kehilangan mereka.. Dalam hati "mungkin sudah sukses semua" atau "kolaps semua". Hemm... alhamdulillah, tidak! Banyak kawan-kawan lama yang masih eksis juga dan sering bertemu. Mereka juga merasakan hal yang sama: kehilangan. Kemana mereka?

Sebagian informasi yang saya dapatkan, mereka meninggalkan forex dan sudah menggantung laptopnya di langit-langit kenangannya, ada lagi mereka yang hanya memiliki semangat tetapi sudah tidak memiliki modal buat deposit, ada juga yang masih eksis sampai sekarang tetapi  tetap saja modalkan kecil, gak nambah-nambah sekedar buat pelipur lara masa lalu. Hemmm... ! Itu kisah kawan-kawan yang tidak muncul dipermukaan dunia perforexan.  Namun, tidak menutup kemungkinan juga, ada yang sukses dari tradingnya tetapi menjadi "silence trader". Siapa tahu?

Saya dan kawan-kawan yang masih eksis sekarang ini jika bertemu ya  sering "tukar kawruh" tentang dunia trading yang penuh liku-liku..! Banyak kisah memilukan dan kepedihan seorang trader. Bahkan masih banyak yang belum terungkap, karena saat ini mungkin mereka belum "merasa sukses". Diungkap hanya bikin ngenes saja hix hix hix hix...Mereka menganggap diri seorang  "The Silence trader", ungkapan yang tepat bagi diri mereka sendiri dan mereka nyaman dengan julukan yang "sangar" itu.  Tetapi "the silence trader" yang kesepian... yang belum bisa profit konsisten... yang malu untuk bertanya... yang malu untuk terangkat namanya... !

Alangkah manis jika "the silence trader" karena kesuksesan yang disembunyikan... bukan karena "malu" muncul dipermukaan atas kegagalan dimasa lalu. Semua orang memiliki masa lalu... Semua orang memiliki sejarah..!

Jauhkan gengsi, setiap manusia apapun profesinya berhak untuk sukses, apapun kondisinya sekarang..! Jadilah "the silence trader" yang sedang menyusun kekuatan baru untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik. Anggap saja sedang menjadi pecundang yang sedang menyusun kekuatan untuk bersiap menghadapi pertempuran selanjutnya...!

Khusus "the silence trader" yang  sukses sesungguhnya, bantu teman-teman kita ini untuk bangkit dan kembali bersemangat hadapi kenyataan hidup..! Jangan menjadi trader jin yang justru memanfaatkan kelemahan mereka..!

Forex itu indah...

Siapapun bisa merasakan keindahan forex, jika sudah pada tataran konsisten dalam profit. Anda yang telah gagal, hanya butuh langkah-langkah kecil untuk meniti jalan ini; jalan yang tidak perlu berliku-liku dn terjal. Cukup pelajari cara-cara yang sederhana untuk sukses. Jauhkan kesombongan dan idealisme yang tinggi. Just do it! Temuilah orang-orang yang tepat, yang Anda percaya bisa membangkitkan kepercayaan diri Anda..! Tekunilah, hilang di forex, kembalikan melalui forex..!

Tetap semangat..dan sambut forex bukan sebagai momok yang menakutkan, tetapi sebagai bisnis yang tepat untuk mengembalikan semua yang telah hilang, cuma langkah-langkah yang diambil tidak boleh salah meski  secara kebetulan..!

Tugas berat tetapi tidak ada yang tidak mungkin di  forex. Saya meyakini itu, akhirnya saya kembalikan kepada pribadi masing-masing..! Karena saya tidak berhak mengatur Anda dan mengubah Anda...!

Lihatlah foto yang saya pampang diatas, mereka tersenyum dan bangga sebagai trader..!

Saya Ninjaa Trader





FOREX BUKAN MEJA KASINO

FOREX BUKAN MEJA KASINO




Saya senang sekali dengan kehadiran kakek Green Heart di basecamp Cafe Trader ini. Teman-teman nongkrong di basecamp  juga kelihatan sudah mulai akrab dengan beliau. Hanya saja hari ini, ada raut wajah sedih padanya. Ada apa ya?

“Ada apa Kek? Apakah sudah tidak betah di sini? Ataukah ada kesalahan yang telah saya buat?” tanya saya pada beliau.

“Bukan begitu, Nak Ninjaa. Baru saja saya ngobrol sama temen-temen, mereka curhat kalau dalam bulan ini mereka telah alami hari yang buruk. Mereka telah alami loss besar, bahkan diantara mereka ada duit investor. Hemm... Ada yang belum berani pulang ke rumah. Bagaimana saya tidak turut prihatin, Nak Ninjaa...” kata kakek Green Heart mulai menceritakan kejadian yang  dialami sebagian teman-teman di basecamp.

“Ya, begitulah Kek. Di basecamp ini, banyak teman-teman trader yang bermasalah. Mereka kesini untuk ‘nyantri trading’ agar lebih baik cara tradingnya maupun menenangkan diri dari sekian masalah yang dihadapinya. Maka dari itu, kami  senang kalau Kakek tinggal lebih lama disini bersama kami. Maka kami mohon...!”

“Ya, akan saya usahakan. Lagi pula, gaji pensiun saya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara hasil trading bisa ditabung untuk keperluan mendadak hehehehe. Anak-anak juga sudah mandiri. Istriku sudah ditemani pembantu. Tidak masalah kalau saya ngumpul-ngumpul bersama teman-teman trader disini untuk beberapa hari,” kata Kakek Green setuju permohonanku.

“Menurut Kakek, apa yang terjadi sebenarnya pada mereka?” tanya saya berusaha untuk mendapatkan penjelasan dan analisa beliau.

“Saya melihat, beberapa diantara mereka memperlakukan pasar forex seperti kasino pribadi.  Mereka lebih memiliki mindset seorang penjudi daripada seorang pedagang. Trader yang gagal dalam membuat uang secara konsisten di pasar kebanyakan memiliki pola pikir penjudi, mereka tidak memiliki pola pikir yang profesional dan kebiasaan yang secara konsisten menguntungkan pedagang,“ jawab Kakek Green.

“Bagaimana Kakek  tahu jika seorang trader dalam pendekatan ke pasar dengan pola pikir penjudi  atau  bisnis?” tanya saya kemudian.

“Wah, pertanyaanmu jangan  yang sulit-sulit saya sudah tua, Nak Ninjaa? ”

“Hahahaha....! Oke, saya akan ganti pertanyaannya.  Bagaimana pedagang profesional berpikir dan bertindak terhadap pasar dan bagaimana pula jika seorang bermental penjudi?” tanya saya lagi. “Oh ya, mari kita bicara di luar saja Kek, di ruangan ini nanti malah dikira kita lagi pacaran hahahahaa…!” Saya ajak Kakek ngobrol di teras depan, sambil ngopi-ngopi, yang sudah disiapkan istri tercinta.  Hemmm…!

“Mari lanjutkan diskusi kita ini, Nak Ninjaa... Kita bicara tentang trader forex professional dulu. Menurut saya, untuk menjadi seorang trader forex profesional, kita harus memulai transisi dari watak penjudi menuju watak professional, transisi ini dimulai dalam pikiran kita dan kita harus bisa  mengarahkan dan menciptakan suatu realitas yang berbeda yang akan mencakup kebiasaan-kebiasaan perdagangan positif yang akan bekerja untuk memperkuat pola pikir  trader professional,” kata Kakek Green mengawali diskusi.

“Oh, bahasa Kakek  terlalu tinggi, cobalah buat saya mengerti,” kata saya  menyela.

”Hahahahaa….! Di dunia forex juga  banyak trader yang menggunakan filosopi ‘Kalau bisa mencari cara yang sulit mengapa harus mencari cara  yang mudah?’”

“Hahahaha...! Seperti saya dulu, Kek. Diajari cara trading yang mudah,  sepertinya otak menolak karena  kurang menarik dan tidak  keren. Padahal trading itu  untuk mencari profit, bukan mencari sensasional ya, Kek!”

“Begitulah pola pikir amatir hahahaha...! Apakah  kamu lebih suka berdagang karena dagangan itu keren tapi tak laku, atau memilih berdagang sesuatu yang probabilitasnya lebih banyak menguntungkan dan itu sederhana? Menurut saya, dalam rangka untuk mulai berpikir seperti seorang trader professional kita  harus berpikir tentang perdagangan sebagai sebuah bisnis, dan sama seperti bisnis apapun. Kita  harus memahami ada risiko yang terlibat; risiko nyata. Tugas kita itu yakni harus mencari cara untuk mengimbangi risiko ini,  yang tidak melibatkan kerugian yang begitu besar. Kalau kita tidak dapat menekan kelakuan ini, maka bisa saja kita tidak dapat menjalankan bisnis ini lagi. Dalam pikiran seorang trader forex professional, pengelolaan uang adalah cara untuk mengelola risiko. Memahami dan menerapkan strategi risiko adalah cara trader profesional mengkompensasi risiko yang terlibat dalam perdagangan apapun, dikombinasikan dengan kesabaran ketika memilih perdagangan. Apakah berjudi lebih menguntungkan daripada berdagang? Tentu saja tidak! Terburuk dari berjudi adalah tidak pernah mengelola risiko dan tidak pernah mengelola keuntungan. Maka ketika beruntung dengan kemenangan sekalipun, akhirnya akan habis juga.

Fakta bahwa trader profesional telah menguasai sistem maupun strategi forex trading mereka, berarti mereka sangat menekan bagaimana agar tidak kehilangan uang. Jika pun kehilangan uang pada suatu saat ketika transaksi, mereka menyadari bahwa saat itu belum rejeki mereka dan harus segera menahan diri atau menghentikan untuk bertransaksi berikutnya. Kemudian dilain waktu berusaha untuk  membuatnya profit kembali. Trader profesional benar-benar menyadari bahwa dia sedang berbisnis, bukan sedang berjudi. Trader profesional tahu apa yang akan mereka lakukan di pasar dan tahu apa yang dipersiapkan sebelumnya. Dengan kata lain, mereka memiliki rencana trading.  Kesabaran adalah  alat yang dipersiapkan olah seorang trader profesional setiap kali mereka berinteraksi dengan pasar. Sedang trader penjudi selalu mengambil posisi-posisi acak tanpa pemikiran dan analisa mendalam dan selalu gelap mata. Dan apa yang saya lihat dari kejadian teman-teman disini, adalah karena mereka tidak memperlakukan  forex sebagai bisnis. Ini jawaban saya Nak Ninjaa. Menurutmu saya sudah menggunakan bahasa yang mudah dipahamikah? “

“Hohohohooo… saya suka penjelasan Kakek.  Apalagi kata-kata ‘gelap mata’. Trader kalau sudah gelap mata, yang main adalah emosinya.  Dan betapa sulit untuk menghilangkannya. Terlebih saat  seorang trader melihat  transaksinya minus semakin bertambah, atau habis cut loss, maunya segera saat itu juga harus mengembalikan semua yang hilang.  Akhirnya menggunakan  volume yang lebih besar lagi karena dendam. Sayangnya juga salah posisi lagi, tambah kecewa, depresi. Akhirnya cut loss lagi. Begitu cut loss, ternyata harga berbalik kea rah transaksi kita sebelumnya, emosinya tumbuh  lagi, ambil posisi baru. Setelah ambil posisi harga malah diam. Ditunggu sampai  esok hari, rela tidak  tidur dengan harap-harap cemas. Begitu ditinggal ke belakang buang air kecil, balik lagi  menatap grafik, equity  sudah menjadi  $ 0.10. Ya, ternyata MC!” jawab saya asal saja, sambil mengenang masa lalu.

“Hahahahaa…! Sama kalau begitu!” kata Kakek Green Heart kemudian. “Iya, saat itu betapa kecewa dan menyesal. Kemudian berusaha mencari dana pengganti untuk modal lagi. Setelah bersusah payah akhirnya mendapatkan modal juga dan deposit, beberapa hari kemudian terulang lagi juga, MC. Saat itu saya terlalu banyak transaksi yang ‘tidak jelas’.  Locking sana-sini, mulanya sih step lock 30 pip, eh ya koq lama-lama mengembang juga locknya, bahkan sampai diatas 100 pip. Harga naik turun, keduanya minus, begitu ada kesempatan membuka lock. Eh ya koq, malah bablas, habis margin saya.  Yang saya anggap kesempatan ternyata itu membuka pintu neraka hahahahahaa…! Begitulah Nak Ninjaa, kalau trading bukan dengan cara trader professional . “  lanjut kakek Green dengan diiringi ngakak juga mengelus-elus kepala.

“Hahahaha...! Trader pemula memang memiliki kecenderungan untuk menempatkan mentalitas penjudi daripada seorang profesional. Ini masalah besar, Kek!” kata saya kemudian.

“Ya, Nak Ninjaa. Maka kita perlu kampanyekan hal ini. Kita jelaskan kepada mereka tentang bahayanya karakteristik penjudi yang dimiliki seorang trader. Bukankah kamu tahu karakteristik penjudi, Nak Ninjaa?” tanya Kakek Green Heart kemudian.

“Ya, kita tahu karakteristik  penjudi itu seperti apa.  Penjudi adalah pecandu, mereka adalah orang-orang yang melakukan hal yang sama berulang hanya untuk mendapatkan euforia yang tinggi.  Penjudi memikirkan perjalanan ke kasino sebagai peristiwa non-profesional. Mereka melihatnya sebagai hobi, atau sebagai sesuatu yang berhubungan dengan waktu luang mereka dengan biaya yang tinggi. Sayangnya, "hobi" ini sering berubah menjadi kecanduan. Penjudi menjadi kecanduan "harapan" dari perjudian, ini menjadi sebab mengapa mereka tetap kalah dan tidak mengubah kebiasaan mereka, karena mereka menaruh uang lebih dan lebih untuk kecanduan judi mereka, bahkan kadang-kadang dana hasil kredit sekali pun dilakukan. Penjudi percaya bahwa mereka selalu yakin dengan istilah "satu lagi" dari jackpot besar berikutnya atau kartu beruntung berikutnya, sehingga mereka terus membuang lebih banyak uang di atas meja. Pada kenyataannya, bahwa itu semua akan sia-sia pada akhirnya. Mereka berpikir bahwa mereka bisa segera miliki kembali yang telah hilang. Atau menginginkan hasil yang lebih banyak lagi. Namun apa yang terjadi, biasanya mereka justru kehilangan lebih banyak lagi. Kalaupun mujur, itu hanyalah keberuntungan. Sisanya adalah bom waktu yang dapat meledakkan kantong keuangannya hahahahahhaaa….!” Jawab saya terlontar begitu saja.

“Eh, Ninjaa… kamu mantan penjudi ya? Hafal benar watak seorang penjudi wekekekekeke…!” kata kakek tiba-tiba menyerobot keseriusanku berfikir.

“Hahahahaha… Tidak juga. Beberapa waktu lalu saya ngobrol-ngobrol dengan  mantan penjudi yang  kini menjadi trader, kebetulan saya kenal baik. Dia itu Pak Broto,“ jawabku ikut ngakak juga mendengar komentar si Kakek. “Nah, jawabanku itu saya dapatkan dari pernyataan-pernyataan dia tentang penjudi. Jadi saya pikir, itu mendekati kebenaran. Soalnya, mas Broto menjadi penjudi sudah sejak masih muda sampai berumur 40 tahun, dari taruhan kecil-kecilan; main gaple, kartu remi, ceki sampai taruhan yang besar hahahahaa…! Kemudian, Pak Broto berhenti berjudi dan beralih trading. Kalau dihitung, Pak Broto sudah menjadi trader selama 3 tahun ini. Namun berdasarkan kisahnya, setelah 3 tahun baru bisa melakukan WD.  Itu pun separuh dari modalnya yang di WD. Malah satu tahun terakhir, floating-floating melulu dan rajin deposit…!”

“Mengapa bisa begitu? Trading 3 tahun tidak pernah merasakan WD profit?” tanya Kakek Green Heart tak mengerti.

“Ya, begitulah… Pak Broto memiliki usaha konvensional, mungkin kalau tidak  demikian ya sudah tidak bisa deposit, “kata saya  menjelaskan.

“Wah, trading forex bukan tempat yang cocok buat dia…! Atau apakah  karena  pengaruh lama menjadi seorang penjudi?”  tanya si kakek lagi.

“Hal itu sudah saya tanyakan Kek, kemudian pak Broto menjawab dengan panjang lebar, ‘Saya bertahun-tahun melakukan kesalahan fatal. Mental judi masuk dalam dunia trading,  meski  saya telah berhenti menjadi seorang penjudi. Tidak terasa, saya memperlakukan perdagangan  forex seperti penjudi.  Saya dan mungkin banyak trader menjadi kecanduan pada perasaan "harapan"  menjadi kaya atau bahwa "satu kesempatan" berikutnya adalah benar dan akan menjadi keberuntungan saya. Keinginan harus selalu  menang dan kecanduan inilah yang memompa taruhan dengan tanpa  ada rencana manajemen uang, masuk dalam perdagangan tanpa alasan yang baik, tujuan hanya mengejar pasar. Entahlah, mengapa saya baru menyadari setelah saya benar-benar terpuruk. Sekarang di akun pun tersisa hanya $40 Padahal danaku selama trading sudah masuk $20.000,- ‘ Begitu ceritanya beberapa waktu yang lalu kepada saya, Kek, “kata saya mengutip kata-kata pak Broto.

Kakek Green Heart manggut-manggut mendengarkan cerita saya, kemudian berkata lagi, “Oh, ternyata masih ada trader yang memperlakukan pasar seperti kasino. Ketika mereka kehilangan uang, mereka berpikir tentang cara cepat untuk "membuat kembali, mereka masuk ke dalam dunia yang sakit dengan over-perdagangan dan over-memanfaatkan margin mereka. Trading dititikberatkan pada keserakahan dan harapan, sementara mereka mengabaikan realitas risiko yang terlibat pada setiap perdagangan. Berfikirlah realitis dalam bertrading! Perlakukan seperti sebuah bisnis.

Seseorang  perlu bersabar dan memiliki harapan yang realistis tentang Pasar Forex. Yang benar adalah bahwa Forex adalah pasar yang sulit,  kecuali mereka  bekerja cerdas dan sabar. Mereka  tidak akan mencapai hasil yang konsisten jika  bersabar saja tidak bisa. Untuk  memperlakukan trading Forex sebagai bisnis dibutuhkan kesabaran. Untuk menjadi seorang trader profesional pun harus sabar beberapa waktu. Langkah awalnya adalah investasi  waktu buat belajar, trading di akun demo. Kemudian melangkah ke  akun real. Jika sudah berhasil di akun demo, masuk tahap berikutnya; akun real dengan modal yang tidak perlu banyak.  Nah, kalau di akun demo saja belum profit,  ya jangan di akun real,  ini namanya sabar....! Namun, kebanyakan trader pemula  tidak melakukan  tahap-tahap ini, akhirnya sudah bisa ditebak; loss dan loss.

Jangan menetapkan tujuan tidak realistis. Ini bisnis koq, bukan perjudian. Jika memaksakan diri menetapkan tujuan tidak realistis, hanya akan menimbulkan frustrasi ketika menyadari ternyata tidak bisa untuk mencapainya”

Hmm…..  Saya cuma bisa  termenung. Dalam hati bertanya-tanya, “Adakah pola pikir penjudi merasuki cara trading saya?  Ya Tuhan, hindarkanlah hamba-Mu  dari watak seorang penjudi. Aamiin.”

Akhirnya, usai sudah pembicaraan saya dengan kakek Green Heart sore itu.

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik